Hari ini (26/02), sebuah perjalanan melelahkan nan menyengsarakan harus saia lalui. Perjalanan dari tanah kelahiran menuju tanah perantauan, Mojokerto – Malang. Selama kurun waktu 8 tahun terakhir, baru kali ini saia harus menghadapi genangan air. Dulu, waktu masih SMA Aliyah, pernah sekali bangku, tempatku menimba ilmu kalap dengan air bah. Setelah itu, Alhamdulillah saia tidak pernah lagi bersinggungan dengan banjir. Namun pagi tadi, saia harus menghadapi air luapan sungai.
Berpamitan dengan orang tua di rumah sekitar jam 6.00 pagi, saia langsung meluncurkan motor dagdigdug tumpangan baru ke arah Kota Mojokerto. Dengan diselimuti kabut tebal, sampai di wilayah Kota Mojokerto 15 menit kemudian. Rute dalam Kota, hampir sama dengan rute biasanya, Jembatan Lespadangan – Letkol Sumarjo – Pasar Besar – Gajah Mada – Pahlawan – Tropodo – Meri – Terminal. Sampai di daerah Tropodo, tanda-tanda adanya banjir sudah nampak. Permukaan air sungai yang tepat berada di samping selatan jalan sudah hampir sejajar dengan jalan raya. Beberapa jalan sudah tergenang dengan air. Namun, perjalanan terus saia lanjutkan. More →
