Sebauh perjalanan cukup “suram” di awal bulan Ramadhan. Kalau dilihat lebih ke belakang, sebenarnya awal mulanya sudah hampir sebulan lalu. Waktu itu, kartu ATM saia menghilang ditelan bumi entah kemana. Rekening tidak saia blokir, karena saia yakin, hilangnya kartu ATM tidak jauh dari lokasi aktifitas saia.
Awal minggu ini, saia sempatkan untuk pulang kampung barang sejenak, hanya untuk mengambil buku tabungan. Kenapa tidak sekalian memproses kartu ATM baru? Tidak sempat. Yah, karena hampir sebulan terakhir, saia dibuat “pusing” masalah-masalah di kampus. Begitu buku tabungan sudah di tangan, dengan pe-de saia kembali ke Malang.
Kemarin pagi, dengan semangat ’45 saia langsung meluncur ke KCP BCA Dinoyo. Semua sudah saia persiapkan, kecuali kartu ATM. Begitu di teller, saia langsung dimintai ID card + ATM card. Mak, ampun dije. Secara, kartu ATM saia kan menghilang?
.. Maaf mas, sistem di komputer kami meminta ATM juga.

