MQ Hidayat: Inih Duniya Saia Bunk!

Jadi Freelancer, Sebuah Pilihan Berani?

Menjadi freelancer bagi sebagian besar manusia merupakan sebuah pilihan yang sangat berisiko. Kenapa pilihan ini dianggap sangat berisiko? Saia yakin semua sudah memahami semua jenis pekerjaan yang akan atau sedang dijalani, termasuk jika terjun ke dunia freelance.

Kegelisahan pada diri sendiri terkadang masih muncul. Di saat-saat berada pada ujung study formal tingkat sarjana, kegelisahan ini terus muncul menghiasi hari demi hari. Cita-cita menjadi freelancer sudah dibenturkan dengan beberapa realita yang terkadang juga sangat beralasan. Akhirnya, niat kuat untuk menjadi freelancer menjadi goyang.

..untuk online freelancer. Kira-kira pandangan orang awam terhadap pekerjaan jenis ini seperti apa? Sudah tidak pernah keluar rumah, eh.. isi rekening berkali-kali terisi.

Sudah lebih dari 2 tahun ini saia sudah sedikit demi sedikit sudah coba menyelami pilihan hidup seperti ini. Belum banyak yang bisa saia dapat. Kecukupan untuk membiayai hidup untuk beberapa saat sudah sangat cukup membanggakan. Dan yang lebih membanggakan, tentunya apresiasi atas apa yang sudah kita kerjakan. Padahal yang dikerjakan itu merupakan bagian dari penyaluran hobi.

Memang sih.. Menjadi seorang freelancer tidak harus memiliki bekal hobi ataupun background yang kuat. Bagi saia, dengan terjun ke dunia seperti ini, kemampuan kita akan terus ter-upgrade. Uang? Itu hanya sisi lain yang kita dapat. Saia yakin, sebagian besar freelancer tidak merasakan beban kerja saat melakukan sebuah pekerjaan.

Freelancer

image from: moneymakingopportunities.org.uk

Pilihan Berani?

Kembali ke topik yang saia tulis sebagai judul. Bagi saia pribadi dan mungkin kebanyakan freelancer, pilihan untuk menjadi freelancer bukan pilihan mudah. Banyak sekali tantangan yang akan / telah dihadapi, termasuk sebagaimana yang saia tuangkan dalam tulisan sebelumnya. Belum lagi resiko ketidak-tentuan job yang bisa kita garap. Tentunya ini akan sangat berdampak pada pendapatan yang akan didapat.

Resiko lain? Bagi sebagian besar masyarakat kita, pandangan miring tentang jenis pekerjaan swasata masih sangat kuat (terutama di daerah pedesaan). Posisi ketidak-nyamanan pendapatan tadilah yang menurut saia menjadi alasan paling dasar.

Tidak cukup disini saja. Saia yakin masih banyak resiko lain yang kebih “kejam” bisa dialamatkan. Ambil kasus saja, untuk online freelancer. Kira-kira pandangan orang awam terhadap pekerjaan jenis ini seperti apa? Sudah tidak pernah keluar rumah, eh.. isi rekening berkali-kali terisi.

online freelancer

image from: ezyblogger.com

Subuah Alternatif

Mungkin dari beberapa argumen ketakutan yang saia ungkap, bagi sebagian dari Anda bukan hal menakutkan. Tapi bagi saia, beberapa argumen ini sudah pernah dialamatkan. Bagaimana menjawabnya?

Pasang surut pendapatan tentu pernah dialami semua yang berwiraswasta. Antisipasinya? Kreatifitas dan managemen. Peran kedua hal ini bagi freelancer sangat vital. Me-manage keuangan dikala ramai job dengan mengantisipasi di saat sepi. Memaksakan diri untuk terus berkreasi disaat sepi job, bisa jadi modal untuk ke depan.

Mungkin dari sekian banyak resiko, yang paling sulit dijawab adalah apa yang saia contohkan terkahir. Bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan miring tentang pekerjaan kita jika yang mengalamatkan pertanyaan tersebut tidak paham dengan apa yang kita tekuni? Repot memang.

Memberikan pemahaman bisa menjadi alternatif. Jika tidak, gak usah diurus. Lha memang gak paham kok. Bukankah dalam agama Islam (yang saia yakini), ketidak-tahuan itu bisa menggugurkan sebuah hukum. Tapi kalo tidak mau cari tahu? Tentunya itu terkena hukum yang berbeda. So, nyantai ajah lagi..

Oia, tapi bagaimana jika yang tanya tentang hal ini adalah camer? :D


16 Comments

(Required)
(Required, will not be published)

CommentLuv Enabled
← Home   Top ↑