Menjadi freelancer bagi sebagian besar manusia merupakan sebuah pilihan yang sangat berisiko. Kenapa pilihan ini dianggap sangat berisiko? Saia yakin semua sudah memahami semua jenis pekerjaan yang akan atau sedang dijalani, termasuk jika terjun ke dunia freelance.
Kegelisahan pada diri sendiri terkadang masih muncul. Di saat-saat berada pada ujung study formal tingkat sarjana, kegelisahan ini terus muncul menghiasi hari demi hari. Cita-cita menjadi freelancer sudah dibenturkan dengan beberapa realita yang terkadang juga sangat beralasan. Akhirnya, niat kuat untuk menjadi freelancer menjadi goyang.
..untuk online freelancer. Kira-kira pandangan orang awam terhadap pekerjaan jenis ini seperti apa? Sudah tidak pernah keluar rumah, eh.. isi rekening berkali-kali terisi.
Sudah lebih dari 2 tahun ini saia sudah sedikit demi sedikit sudah coba menyelami pilihan hidup seperti ini. Belum banyak yang bisa saia dapat. Kecukupan untuk membiayai hidup untuk beberapa saat sudah sangat cukup membanggakan. Dan yang lebih membanggakan, tentunya apresiasi atas apa yang sudah kita kerjakan. Padahal yang dikerjakan itu merupakan bagian dari penyaluran hobi.
Memang sih.. Menjadi seorang freelancer tidak harus memiliki bekal hobi ataupun background yang kuat. Bagi saia, dengan terjun ke dunia seperti ini, kemampuan kita akan terus ter-upgrade. Uang? Itu hanya sisi lain yang kita dapat. Saia yakin, sebagian besar freelancer tidak merasakan beban kerja saat melakukan sebuah pekerjaan.

image from: moneymakingopportunities.org.uk
Pilihan Berani?
Kembali ke topik yang saia tulis sebagai judul. Bagi saia pribadi dan mungkin kebanyakan freelancer, pilihan untuk menjadi freelancer bukan pilihan mudah. Banyak sekali tantangan yang akan / telah dihadapi, termasuk sebagaimana yang saia tuangkan dalam tulisan sebelumnya. Belum lagi resiko ketidak-tentuan job yang bisa kita garap. Tentunya ini akan sangat berdampak pada pendapatan yang akan didapat.
Resiko lain? Bagi sebagian besar masyarakat kita, pandangan miring tentang jenis pekerjaan swasata masih sangat kuat (terutama di daerah pedesaan). Posisi ketidak-nyamanan pendapatan tadilah yang menurut saia menjadi alasan paling dasar.
Tidak cukup disini saja. Saia yakin masih banyak resiko lain yang kebih “kejam” bisa dialamatkan. Ambil kasus saja, untuk online freelancer. Kira-kira pandangan orang awam terhadap pekerjaan jenis ini seperti apa? Sudah tidak pernah keluar rumah, eh.. isi rekening berkali-kali terisi.

image from: ezyblogger.com
Subuah Alternatif
Mungkin dari beberapa argumen ketakutan yang saia ungkap, bagi sebagian dari Anda bukan hal menakutkan. Tapi bagi saia, beberapa argumen ini sudah pernah dialamatkan. Bagaimana menjawabnya?
Pasang surut pendapatan tentu pernah dialami semua yang berwiraswasta. Antisipasinya? Kreatifitas dan managemen. Peran kedua hal ini bagi freelancer sangat vital. Me-manage keuangan dikala ramai job dengan mengantisipasi di saat sepi. Memaksakan diri untuk terus berkreasi disaat sepi job, bisa jadi modal untuk ke depan.
Mungkin dari sekian banyak resiko, yang paling sulit dijawab adalah apa yang saia contohkan terkahir. Bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan miring tentang pekerjaan kita jika yang mengalamatkan pertanyaan tersebut tidak paham dengan apa yang kita tekuni? Repot memang.
Memberikan pemahaman bisa menjadi alternatif. Jika tidak, gak usah diurus. Lha memang gak paham kok. Bukankah dalam agama Islam (yang saia yakini), ketidak-tahuan itu bisa menggugurkan sebuah hukum. Tapi kalo tidak mau cari tahu? Tentunya itu terkena hukum yang berbeda. So, nyantai ajah lagi..
Oia, tapi bagaimana jika yang tanya tentang hal ini adalah camer?
Wah iya, ini ni ya repot klo ditanya camer. Mas kerja apa?
Tetap Semangat Kang
yang perlu kita lakukan adalah mencari CERUK yang sesuai dengan bidang kita dan FOKUS didalamnya dan PERHATIKAN APA YANG TERJADI (Nurudin Jauhari)
pakzam´s last blog ..Nurudin Jauhari: Grand Livina dan MacBook Pro Hasil Kerja Freelance
sebuah masukan berharga dari yg sudah ‘terjun bebas’ ke dunia freelancer’.
thanks pak zam & kang jauhari.
Saya belum pernah jadi Freelancer nich Mas,,, Mungkin bisa diajari dech he he he
Salam semangat selalu
Muhammad Joe Sekigawa´s last blog ..Pekerjaan Sosial atau Ilmu Kesejahteraan Sosial,,??
yuk mari, kita belajar bareng2.
selain freelance kudu nyambi ngajar ato ngelesin (apa aja)
biar kalau ditanya, kerjanya jadi guru
ini juga yg sedang dipikir.
thanks aLe.
mantep om, aku juga mo jadi freelence …
om btw ada error di sidebar wpnya :
Warning: file_get_contents(http:) [function.file-get-contents]: failed to open stream: No such file or directory in /home/dayat/public_html/mq-hidayat/wp-content/plugins/simplepie-core/simplepie.inc on line 7759
iyah. itu kmrn karna lg g dirawat blognya.
skrg sdh diperbaiki.
kLo sy sekarang gi cb ngumpulin modal buat yg bisnis offline Mas. Mungkin qta semua ngrasain hal yg sama mas. Paling susah menjawab jika orang yg bertanya itu ngga paham ma yg qta lakuin. Tapi, Paling tidak usahakan orang terdekat qta memahami betul posisi pekerjaan qta dan terpenting lg toh rejeki yg qita cr jg halal. Semangat semangat, saling support yach Mas, kadang support dr sesama freelancer bz membuat qta termotivasi
Goendul´s last blog ..Ten Tips For Blog SEO Content Writing
benar2 beresiko! makanya saya tetap bersyukur aja!
bersyukur dg apa yg sudah kita tetep harus kita lakukan.
InsyaAllah, kita bisa lebih berkembang jika kita bsa mensyukuri apa yg sudah kita dapat.
Klo ditanya camer, salah satu jawaban ampuh adalah ini:
“Penghasilan saya memang tidak tetap,
tapi insya Allah, saya tetap berpenghasilan,”
weh, ada yg sudah berpengalaman nih.
mohon doanya ajah.
terkadang klo jadi prilen, tetangga pada ngegosipin. “eh dia keliatannya g kerja kok uangnya banyak ya ?? ”