MQ Hidayat: Inih Duniya Saia Bunk!

Mari Bersama-Sama Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Sebuah ungkapan ingin saoa kutip mengawali tulisan ini, “Bangsa yang besar adalh bangsa yang mengharga sejarah”. Kira-kira begitu, maaf kalo kurang tepat. Tapi saia yakin, isinya kurang lebih begitu. Kenapa saia ingin mengambil ungkapan tadi? Menurut pandangan saia pribadi, akhir2 ini banyak (nilai2) sejarah bangsa ini yang terkikis.

Saia ambil sebuah contoh saja biar lebih mudah. Bangsa ini, sejak dahulu kala sudah dikenal sebagai bangsa yang ramah, bukan begitu kawan? Sampe ramahnya, sampe bangsa kita ini dijajah orang luar sampe 3,5 abad. Bukan saia tidak menghargai usaha para pejuang bangsa ini yang berusaha menumpas penjajaha, tapi saia ingin mengambil nilai keramahan penduduk bangsa ini. Keramahan adalah salah satu hal yang harus kita perbaiki untuk mengembalikan jati diri bangsa.

Saia melihat, di saat sekarang ini keramahan sudah sangat jarang ditemui lagi (terutama di daerah perkotaan). Individu2 itu lebih suka berkumpul dengan yang se-level. Akibatnya apa? Tetangga sebelah rumah aja tidak kenal. Banyak kan yang kayak bgini? Belum lagi jika saia melihat fenomena yang ada di lingkungan saia (lingkungan kampus), yang tidak jarang saia menemua mahasiswa (pendatang) tidak bisa bersosialisasi dengan warga asli.

Padahal jika kita melihat kebutuhan untuk mengembalikan jati diri bangsa, maka keramahan ini menjadi salah satu hal yang harus dikembalikan. Dengan ini, keperulian antar sesama akan muncul, saya yakin itu. Keramahan tidak hanya dengan sekedar menyapa atau kenal. Keramahan harus diartikan lebih mendalam. Jika demikian, keperdulian sosial akan muncul.

Kalau dalam Islam (agama yang saya anut), Ukhuwah merupakan landasan dasar untuk membangun persatuan. Dengan ukhuwah ini kita bisa bersatu dalam segala hal, terutama dalam melakukan “amar ma’ruf nahi munkar”. Kita bisa saling melakukan kontrol tanpa harus takut untuk dibenci dan dikucilkan.

Oleh karenanya, mari kita semua berusaha untuk mengembalikan jati diri bangsa, khususnya dalam hal ini. Bangsa kita ini merupakan bangsa plural yang harus terus kita jaga. Tidak mungkin itu semua bisa terjaga jika kita tidak saling perduli. Keperdulian juga tidak begitu saja muncul jika kita tidak memiliki rasa empati dan saling menghormati dalam bentuk keramahan sosial. Bisa jadi, pemerintah tidak perlu repot-repot memberntuk dewan yang diberitakan dalam beritajitu.com ini.

Mudah-mudahan ungkapan isi kepala saia ini bisa dimengerti, walaupun dengan gaya bahasa yang kacau dan tercecer-cecer. Saia berharap, tulisan ini sedikit banyak bisa menjadi salah satu langkah (terutama saia pribadi) dalam usaha mengembalikan jati diri bangsa ini.

mengembalikan jati diri bangsa asik sekali™ http://yat web id/ mengembalikan jati diri bangsa enable commentluv riswan pardan terkikisnya keramahan masyarakat indonesa

16 Comments

← Home   Top ↑