Hari ini (17/8/09), genap 64 tahun usia “Ibu Pertiwi”. Perjuangan dan perjalanan yang penuh dengan asam-garam telah dilewati. Baik itu babak saat dulu berjuang untuk “lahir” maupun saat mengisi “hidup”.
Jika diibaratkan dengan makhluk (anggap saja manusia), “ibu pertiwi” lahir dengan perjuangan yg sangat berat. Mulai dari awal “pembentukan” sampai di “kandungan” dan menjelang “kelahiran”. Kita semua pasti sudah mafhum dengan lamanya “ibu pertiwi” dibelenggu oleh Belanda. 3,5 (tiga setengah) abad. Itu bukan lah waktu yang singkat. Kalau dihitung rata2 umur manusia 70 tahun, sudah berapa generasi?
Ok, kita “bicara” ke depan ajah ya? Tidak ada “gunanya” kita terlalu banyak melihat ke belakang. Nti malah gak tahu kalo di depan ada batu dan kita tersandung. Bisa jadi kita akan jatuh. Walaupun, memang melihat ke belakang itu harus tetap kita lakukan. Ibarat orang naik kendaraan bermotor, lihat ke belakang cukup dengan spion lah.
Selama 64 tahun ini, kita (terutama yang berusia di atas 20 thn) pasti ingat “sedikit” liku-liku perjalanan “ibu pertiwi”. Sudah berapa rezim yang menjadi komando “ibu pertiwi”. Tentunya, setiap komando mempunyai kebijakan yang berbeda. Setiap jaman pasti ada plus minusnya. Tidak bisa kita hanya menilai satu jaman menjadi yang paling sempurna.
Ke depan, apa yang akan terjadi? Tentunya, janji2 para pemimpin saat kampane menjelang pemilu masih menjadi harapan agar tercapai. Bagaimanapun juga yg harus menjadi titik perhatian adalah sandang, pangan dan papan. Itulah yg menjadi kebutuhan dasar semua manusia. Dan tentunya ini, bisa kita capai jika tingkat pendidikan kita juga tinggi. Terlepas dari prasangka buruk tentang apapun implikasi yang ada, 20% anggaran belanja negara untuk pendidikan adalah kebijakan yang bagus.
Jika kita punya pendidikan yang tinggi, saya yakin bisa terlepas dari kemiskinan. Pendidikan yang tinggi tidak harus diparameterkan dengan ijasah dari tingkat pendidikan yang “wah”, tapi bagaimana seseorang bisa lebih “cerdas” menyikapi segala hal yang terjadi. Para pahlawan dahulu, tidak semuanya yg mengenyam bangku pendidikan hingga tuntas. Tapi mereka bisa berpikir cerdas untuk mengatasi sebuah permasalahan.
Oleh karena, Mengembalika Jati Diri Bangsa bisa jadi salah satu langkat yang harus kita tempuh untuk memperbaiki kondisi yg sekarang ini. Nilai-nilai luhur bangsa ini banyak yang telah luntur. Stop Dreaming Start Action, lakukan sekarang!
Selamat Ulang Tahun “Ibu Pertiwi”.

Merdekaaaaaaaaaaaaa……….
Andy MSE´s last blog ..17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2009
merdeka!, mari kita segera mengembalikan jati diri bangsa

bisnis pulsa eranet´s last blog ..Merawat kuku
baru di pintu gerbang kemerdekaan…
Linuxperiences´s last blog ..Google Chrome untuk Ubuntu
mari mengembalikan jati diri bangsa, seiring 64 tahun perjalanan bangsa ini…amin
mengembalikan jati diri bangsa´s last blog ..Stop Dreaming Start Action part 1
mari menjalani dan mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baik usaha ketika dahulu menginginkan kemerdekaan ini

suryaden´s last blog ..Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi haruskah ada?
Kapan ya, bisa benar2 merasakan kemerdekaan yang sebenarnya