MQ Hidayat: Inih Duniya Saia Bunk!

Kenangan ‘Manis’ Idul Fitri Tahun Ini..

Bulan Syawal 1430 H belum usai. Nuansa Idul Fitri masih terasa. Agenda silaturrahim dan halal bi halal masih banyak. Tapi, saia sudah ingin berbagi kenangan-kenangan “manis” menjelang, saat dan beberapa hari setelah momen ini berlangsung. Bisa jadi, tahun ini menjadi salah satu “lebaran terindah” yang ada dalam perjalanan hidupku.

Seindah apa serta semanis apa peristiwa ituh? Bagi sebagian orang (termasuk saia), awalnya momen ini tak ubahnya seperti siksaan. Namun, jika ditelaah lebih jauh, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa-peristiwa ini. Beberapa temen-temen plurk saia mungkin sudah tahu, momen apa yang saia maksud.

Okeh, ini beberapa momen, peristiwa, kejadian yang saia maksud di atas:

1. Sakit di akhir Ramadhan

Rasa ini saia rasakan pertama kali saat H-5. Tidak parah memang, hanya sebatas “batuk-pilek”. Tapi, seperti kebanyakan orang yang mau saikit ini, kepala pusing 7 turunan keliling saia rasakan hampir 3 hari. Apa akibatnya? Jika kita sudah siapkan diri untuk menyambut Ramadhan, tentunya ini akan sangat menyebalkan. Akhir Ramadhan bagi segaian besar kaum Muslim kan dipercaya sebagai “inti” bulan ini. Tapi, apa hendak dikata. Semua sudah terjadi. Mudah-mudahan, di tahun depan masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan lagi.

Efek lainnya, saia merasa sendirian. Di saat liburan sudah tiba, temen2 sudah banyak yang pulang kampung, saia masih sendiri. Untuk keperluan buka dan sahur, saia harus berjuang untuk mendapatkannya sendiri. Mau nitip siapa? Lha wong lagi sendirian. Sampai di H-3, saia ditanya sama adik saia perihal pulang kampung. Yah, saia belum berani pulang bersama motor dagdigdug dengan kondisi kepala pusing. Dan Alhamdulillah, H-1 saia bisa sampai rumah dengan selamat.

2. Lebaran ala kadarnya

Biasanya momen lebaran identik dengan baju baru, busana baru, dan apa saja baru. Sebenarnya itu juga sudah bukan tradisi saia. Sejak lulus SD, saia malu memakai baju baru saar lebaran.

Terus masalahnya?
Saia tidak punya banyak uang :D . Saia pegang uang hanya cukup untuk pulang dan balik lagi ke Malang. Ada beberapa di ATM, tp tidak banyak. Di tarik di beberapa ATM mungkin sudah tidak bisa (sudah bisa nebak kan?). Sebenarnya kemaren ada anggaran untuk “saku lebaran”, tapi habis dilahap saat momen pertama. Pengeluaran tak terguda begitu banyak. So, saia hanya berdiam diri selama lebaran. Nge-net jarang (ngirit pulsa). Bales SMS Lebaran, juga tidak (maaf ya kawan?). Jalan-jalan, ada deh (motor mau di isi apah?).

3. Nenek Opname di RS

Di hari ke-2 lebaran, kondisi nenek sudah tidak terlalu baik. Padahal di hari pertama, kita senang bisa kumpul dengan keluarga besar (walaupun cuma tinggal nenek 1 ini yang ada). Malam harinya, saia juga masih tidur di rumah nenek, temeni beliau menerima tamu dari keponakan2nya.

Hari ke-3, kita sekeluarga dengan Bu De (yang rumahnya paling deket dengan rumah nenek) bingung. Pasalnya kondisinya semakin memburuk, tidak bisa bangun dari tidur. Ya sudah, rumah sakit jadi target untuk lokasi ikhtiar. Dan sampai hari ini, Nenek masih terbaring lemas di RS Islam Sakinah Mojokerto. “Cepat Sembuh ya Nek?…”

4. Ayahandaku juga ikut sakit

Hari rabu kemaren, seharian saia keluar dengan mengantar adik untuk menjenguk nenek di RS. Pulang sudah sore. Entah kenapa, kondisi Bapak (biasa saia memanggilnya bgitu) sudah lemas. Sakit yang dirasakan di bagian pantatnya. Sudah, selama 3 hari ini saia dan adik berbagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan2 rumah.

Tadi pagi, sebelum saia balik ke Malang, saia sempatkan diri untuk mengantar Bapak ke Dokter. Diagnosis dokter, Bapak terkena wasir. Doh, penyakit yang bagi saia menakitkan karena saia sendiri banyak duduk di depan monitor. Mudah-mudahan saja, Bapak juga sempat pulih.

Selamat Idul Fitri

Image by rumahislam.blogspot.com

Peristiwa-peristiwa di atas, sungguh membuat saia khawatir dan tidak nyaman. Momen lebaran harusnya bisa dimanfaatkan untuk kumpul bersama, ini malah berpisah-pisah dan penuh dengan kejadian tragis. Mau, bagaimana lagi? Toh, ini semua adalah garis pejalanan hidup kita.

Saia jadi teringat peristiwa 13 tahun yang lalu. Saat itu, saia masih duduk di bangku SMP kelas 1. Malam takbir, saia harus masuk RS karena DBD. Ya sudah, harus terima lebaran di RS.

Tapi, saia yakin ada banyak hikmah yang bisa kita petik (walaupun saia belum tahu pasti sampai hari ini). Yang jelas, Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya.

Mudah-mudahan semuanya cepat selesai.

peristiwa idul fitri

9 Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled
← Home   Top ↑