MQ Hidayat: Inih Duniya Saia Bunk!

Ramadhan Datang, Jangan Kita Lewatkan

Beberapa hari lagi, bulan penuh maghfirah, Ramadhan datang. Salah satu bulan yang di-”sakral”-kan ini, didalamnya terdapat “lailatul Qadar” yang nilai kebaikannya lebih dari seribu bulan. Di bulan ini pula, Al Qur’an pertama kali diturunkan. Bermacam aktifitas kaum muslim sudah dilakukan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Walaupun kita semua belum bisa memastikan, kapan Ramadhan 1431 H akan datang. Tapi paling tidak, sedini mungkin kita siapkan segalanya agar Ramadhan kali ini bisa kita lalui dengan sebaik-baiknya, lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Rasulullah saw. pernah berpidato khusus dalam menyambut datangnya Bulan Ramadhan. Sungguh, begitu mulianya bulan ini. So, jangan sampai kita melewatkan bulan Ramadhan seperti kita melewatkan bulan-bulan yang lain.

… Laksana menyambut “tamu kehormatan”, kita harus menyiapkan diri dengan penuh keseriusan, kebersihan, kerapian, dan segala hal lainnya agar si “tamu” tidak kecewa. – MQ Hidayat

ramadhan 1431 h

gambar dari: xcitefun.net

Pidato Rasulullah saw. Menyambut Bulan Ramadhan

Rasulullah saw. dalam sebuah riwayat dari Ibnu Khuzaimah dari sahabat Salman al-Farisi ra. penah menyampaikan khutbahnya di akhir Bulan Sya’ban. Berikut isi pidato tersebut:

Beliau bersabda:“Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah telah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan “qiyam” di malam sebagai suatu tathawwu’ (sunnah). Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (sunnah), maka statusnya bagaikan mengerjakan perbuatan wajib di bulan lain. Ramadhan itu bulan sabar, dan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki orang mukmin. Siapa saja yang memberi makan makanan untuk berbuka pada bulan itu kepada orang berpuasa, maka amalannya itu menjadi pengampunan dosanya, kemerdekaan dari neraka, serta ia mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala yang bersangkutan.”

Para Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah tidaklah semua dari kami memiliki makanan, berbuka bagi orang yang berpuasa?” Rasulullah SAW, bersabda: “ Allah memberikan pahala ini kepada siapa saja yang memberikan sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya merdeka dari neraka. Barangsiapa yang meringankan orang yang dikuasainya (hamba sahaya), niscaya Allah akan mengampuni dosanya dan membebaskannya dari neraka. Karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan: dua perkara yang menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara yang sangat kalian butuhkan. dua perkara yang bisa menyenangkan Allah adalah Syahadat bahwasannya tiada Tuhan yang menciptakan, memelihara dan wajib disembah melainkan Allah, serta istighfar kepada-Nya. Adapun dua perkara yang sangat kalian butuhkan adalah memohon surga-Nya dan perlindungan dari neraka-Nya. Siapa saja yang memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tak lagi haus hingga masuk surga”.

Demikian pidato yang disampaikan secara singkat oleh junjungan kita, Nabi besar, Muhammad saw.

Sudah siapkah kita mengisi Ramadhan kali ini?


No Comments

(Required)
(Required, will not be published)

CommentLuv Enabled
← Home   Top ↑