MQ Hidayat: Inih Duniya Saia Bunk!

Linux itu Sulit?

Beberapa bulan ini, saia sedang jatuh cinta dengan ubuntu. Entah siapa yang menyebabkan hal ini terjadi pada saia. Yang jelas, bagi saia sendiri, keinginan saya untuk mencoba ke-UNIX-an ubuntu berawal dari ketidak-tenangan saia dalam menggunakan Wind*w$. Ya, karena saia tidak mau beli OS yang harganya tidak terjangkau bagi saia, ya karena di OS itu sering ada serangan virus.

Menggunakan ubuntu sejak ver 8.10, saia terus belajar untuk membiasakan diri menggunakannya. Saia memulainya dengan membiasakannya dari hal-hal yang memang bisa dilepaskan dari paket2 “jendela” diantaranya, office. Jujur saia akui jika saia belum sepenuhnya bisa lepas dari “jendela”, karena beberapa hal yang terkait dengan hobby dan “tuntutan” mencari uang masih butuh “jendela”. Misalnya saja lamp yang bagi saia belum bisa menggantikan xampp.

Ungkapan di atas yang saia jadikan judul tulisan ini, berawal dari rasa jengkel salah saorang teman saat berinternet dengan Wind*w$ di PC saia. Jengkel seperti apa? Selama ini, saia tidak pernah merawat “jendela” PC saia, di “jendela” tsb tak ubahnya seperti tempat perkembangbiakan virus. So, banyak bgt sistem Wind*w$ yang rusak ato korup. Sengaja saia biarkan, karena saia juga tidak punya installer “bajakan” OS itu. Penggunaaan Wind*w$ hanya sebatas “mancing” koneksi (karena saia pake smart) dan hal-hal yang saia sebut di atas.

Kembali ke teman saia yang saia sebut di atas. Sampai tadi malam, saia masih menggunakan ubuntu 8.10. Untuk memulai koneksi, kan banyak tuh yang harus diketik diterminal. Tidak seperti di Jaunty yang “cukup” dengan wvdial, di 8.10 harus mendeteksi usbserial terlebih dahulu. Di sinilah, ungkapan kalo “Linux itu Sulit” muncul. Sudah, dari ini kemudian saia upgrade ke 9.04.

Sulit atau mudah, sebenarnya kan masalah kebiasaan saja. Selama ini, saia merasa kita terlalu “dimanjakan” Windo*w$. Semuanya tinggal menggunakan mouse, sampe2 kalo gak pake mouse, gak bisa (doh). Padahal, menurut saia linux memang bener-bener “UNIX”. Karena ini juga yang menjadi motivasi saia membiasakan diri dengan linux (baca: ubuntu).

Apapun yang ada, semua memang kembali ke diri kita. Mau gak kita belajar dengan hal yang baru. Cukupkah kita menikmati kondisi “aman” yang selama ini kita jalani. Bagi saia, Stop Dreaming Start Action adalah motivasi. Saia yakin, kita bisa maju dengan mencoba hal-hal yang baru.

So, banggakah Anda dengan ini?
*lho, sepertinya kok gak nyambung* (LOL)


7 Comments

(Required)
(Required, will not be published)

CommentLuv Enabled
← Home   Top ↑