Terinspirasi beberapa saat yang lalu, saat saia melakukan trip dari Malang- Kediri-Mojokerto, dan balik maning ke Malang. Sebenarnya bukan hal yang special, karena saia yakin setiap yang Anda pernah mengalaminya. Terus apa hubungannya dengan judul di atas? judul ini, saia buat sebagai bagian dari Kampaye Mengembalikan Jati Diri Bangsa.
Berbicara mengenai ekonom kerakyatan, saia sendiri belum begitu paham dengan istilah yang populer (karena menjadi jargon salah satu capres) pada Pilpres 2009 yang berlangsung awal bulan ini. Dari sudut pandang saia, ekonomi kerakyatan lebih mengarah pada pemberdayaan ekonomi rakyat. Mungkin lebih mudahnya jika kita mengambil contoh, para petani dan pedagang pasar tradisional. Di sana, potret ekonomi kerakyatan bisa dilihat. Intinya adalah ekonomi yang berpihak pada rakyat, bukan yang berpihak pada pemilik modal ato yang biasa disebut ekonomi kapital.
Terus hubungannya dengan trip yang saia lakukan selama 2 hari ini? Jadi beginih. Selama perjalanan tersebut, tentunya rasa kesel, capek, haus, pengen istirahat, dsb pasti akan muncul. Di mana tempat bersinggah yang nyaman? Tentunya di bawah pohon kan? Ditemani angin sepoi2, sambil menikmati segelas es plus asap nikotin, sungguh merupakan nikmat yang luar biasa dari-Nya.
Dalam konteks ini, saia akan “bergosip” atas nasib dagangan para pedagang kaki lima ato PKL. Ya, PKL inilah salah satu penyangga ekonomi negeri ini. Sebenarnya kita bisa membeli minuman dingin itu di toko serba ada yang sekarang ini sudah ada di banyak tempat, harganya pun tidak terpaut jauh, pembayaran juga bisa dilakukan dengan kartu. Tapi, saya hanya sedikit untuk mengajak, “Mari kita beli itu semua di kios-kios pinggir jalan!”. Ya, sebagai bentuk keperduluan atas nasib sesama warga negara, nasib sesama manusia, itu harus dilakukan.
Beberapa pedagang memang kadang kala bermain nakal. Jika tahu kita orang jauh, biasanya harga dinaikkan berlipat. Tapi, jika kita berpikir mundur, itu semua dilakukan kan tidak setiap hari. Terus juga, kita membeli hal yang semacam ini juga setiap hari. Ya, anggap saja ini sebagai bagian dari sedekah kita.
Mungkin itu saja dulu. Hahahaha… sulit dicerna ya? saia ndiri juga binun menuliskan dengan yang sistematis. Inti dari semua ini, saia berharap kita punya keperdulian atas nasib sesama, saodara2 kita yg mencari rejeki di pinggir jalan, di bawah terik sinar matahari. Ini semua harus kita lakukan demi Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Majulah negeriku, Berdaulatlah Rakyatnya.